logo

logo

Kamis, 24 Mei 2012

KOPERASI INDONESIA



Kementerian Koperasi dan UKM segera bersinergi dengan Kementerian Koordinator Perekonomian dan Perum Bulog untuk mengoptimalkan peranan koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah meningkatkan produksi beras nasional.

Braman Setyo, Deputi Bidang produksi Kementerian Koperasi dan UKM, mengatakan kerja sama dengan Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian dalam upaya menjadikan koperasi menjadi distributor utama pupuk kepada petani.

”Distribusi yang dimaksud melalui Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) di seluruh Indonesia. Sedangkan Bulog akan menampung produksi gabah dan beras petani dengan harga normal. Tidak di bawah harga,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu, 25 Maret 2012.

Distribusi pupuk oleh Puskud menjadi penting karena padi merupakan kebutuhan utama petani untuk memproduksi beras.

Kementerian Koperasi dan UKM berkepentingan pada program ini karena tengah mengembangkan demplot sisitem budidaya beras di Provinsi Lampung.

Kegiatan ini hasil kerja sama petani sebagai pemilik lahan dengan Politeknik Universitas Negeri Lampung dan PT Vitafarm Indonesia. Demplot yang difasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM tersebut dimulai sejak September 2010.

Melalui program tersebut, diperkenalkan teknologi pertanian yang berorientasi pada peningkatan produksi padi sawah. Dengan demikian bisa meningkatkan kesejahteraan petani melalui kesuburan lahan sawah secara berkelanjutan.

”Pemerintah sedang mencanangkan swasembada pangan sekitar 10 juta ton pada 2014. Demplot sudah terbukti menghasilkan produksi beras sebanyak 8,5 ton per hektar pada 2010 dan meningkat pada 2011 menjadi sebanyak 11,7 ton per hektar,” ungkap Braman Setyo.

Oleh karena itu program demplot tersebut diharapkan bisa membantu pemerintah untuk mendukung program ketahanan pangan. Pekan lalu dilaksanakan panen bersama di Desa Karang Anyar, Pasewaran, Lampung.

Panen terhadap program demplot dihadiri Puskud dari Jawa dan Lampung, seperti dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jogjakarta, dan Banten. Pengelola Puskud dihadirkan agar bisa memahami kondisi panen yang melimpah sehingga menjadi stimulan menjadi distributor pupuk.

Program demplot yang dikembangkan di Lampung, segera dikembangkan maupun diadopsi seluruh provinsi lain. Dan program yang diusung Kementerian Koperasi dan UKM ini segera dilaksanakan di seluruh Indonesia.

”Itu sebabnya kami perlu membahas bersama Kementerian Koordinator Perekonomian dan Bulog, terutama agar bulog tidak membeli gabah dari petani di bawah ketentuan. Idealnya harus supaya program swasembada tercapai didukung distribusi pupuk oleh Puskud.” 
(***)
Sumber: 
www.bisnis.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar